Bangkitkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN Unsil Kelompok 73 Bersama Warga Dusun Jatijaya Buka Kembali Wisata Bukit Jar'un
CIKAWUNG – Potensi wisata alam di Desa Cikawung kembali menggeliat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Siliwangi (Unsil) Kelompok 73, berkolaborasi dengan masyarakat dan pemuda Dusun Jatijaya, secara resmi membuka kembali objek wisata Bukit Jar’un. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk merevitalisasi aset wisata desa yang sempat vakum dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal.
Bukit Jar’un yang terletak di Dusun Jatijaya dikenal memiliki panorama alam yang memukau. Dari ketinggian bukit ini, pengunjung dapat menikmati hamparan pemandangan hijau yang asri serta momen matahari terbit (sunrise) yang indah. Namun, karena kurangnya pengelolaan dalam beberapa waktu terakhir, akses dan fasilitas di lokasi tersebut sempat terbengkalai.
Melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal, Mahasiswa KKN Unsil Kelompok 73 berinisiatif menjadikan revitalisasi Bukit Jar’un sebagai salah satu program kerja unggulan.
Semangat Gotong Royong
Proses pembukaan kembali wisata ini tidak dilakukan secara instan. Sejak awal kedatangan, mahasiswa KKN Unsil langsung berkoordinasi dengan Kepala Dusun Jatijaya, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan kerja bakti massal (gotong royong) yang melibatkan puluhan warga. Fokus utama kegiatan meliputi:
Pembersihan Area: Membersihkan semak belukar yang menutupi area pandang (view point).
Perbaikan Akses Jalan: Membuka kembali jalur setapak agar aman dilalui oleh pengunjung, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
Pembuatan Spot Foto: Memperbaiki dan membuat instalasi spot foto sederhana namun instagramable untuk menarik minat pengunjung milenial.
Pemasangan Papan Petunjuk: Memasang rambu-rambu arah menuju lokasi untuk memudahkan wisatawan luar desa.
Harapan untuk Ekonomi Desa
Ketua Kelompok 73 KKN Unsil, Aul, menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan hanya sekadar memperbaiki tempat wisata, tetapi membangun kesadaran akan potensi desa.
“Kami melihat Bukit Jar’un adalah ‘harta karun’ Dusun Jatijaya yang tertidur. Dengan dibukanya kembali wisata ini, kami berharap dapat memicu perputaran ekonomi bagi warga sekitar, misalnya dengan munculnya warung-warung kecil atau jasa parkir yang dikelola pemuda,” ujarnya.
Antusiasme juga dirasakan oleh warga Dusun Jatijaya. Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi semangat mahasiswa yang telah menjadi penggerak. Warga berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan melestarikan fasilitas yang telah diperbaiki bersama-sama.
Siap Menyambut Pengunjung
Kini, Bukit Jar’un telah siap menyambut kembali para penikmat alam. Wisata ini sangat cocok bagi masyarakat Desa Cikawung dan sekitarnya yang ingin melepas penat di akhir pekan tanpa harus pergi jauh ke luar kota.
Dengan adanya Sistem Informasi Desa Cikawung yang kini sudah aktif, promosi Bukit Jar’un diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Mari dukung pariwisata lokal kita dengan berkunjung dan menjaga keasrian Bukit Jar’un!
(Tim Redaksi Desa Cikawung)
